Senin, 02 Juli 2012

makalah sosialisasi

A. Pendahuluan
            Manusia berbeda dari binatang. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya. Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu sudah diatur oleh naluri. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya. Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Manusia harus memutuskan sendiri apa yang akan dimakan dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaannya. Manusia mengembangkan kebiasaan tentang apa yang dimakan, sehingga terdapat perbedaan makanan pokok di antara kelompok/masyarakat. Demikian juga dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan, kebiasaan yang berkembang dalam setiap kelompok menghasilkan bermacam-macam sistem pernikahan dan kekerabatan yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan kata lain, kebiasaan-kebiasaan pada manusia/masyarakat diperoleh melalui proses belajar, yang disebut sosialisasi

B. Definisi Sosialisasi

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan darisatu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah  kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai  peranan ( role theory). Karena dalam prosessosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Berikut ini adalah definisi sosialisasi dari beberapa sosiolog.
·         Peter L. Berger:
Sosialisasi adalah proses dalam mana seorang anak belajar menjadi seseorang yang berpartisipasi dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam sosialisasi adalah peran-peran,sehingga teori sosialisasi adalah teori mengenai peran (role theory).
·         Robert M.Z. Lawang:
Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai, norma, peran dan persyaratan lainnya yangdiperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berpartisipasi secara efektif dalamkehidupan sosial.
·         Horton dan Hunt:
Suatu proses yang terjadi ketika seorang individu menghayati nilai-nilai dan norma-normakelompok di mana ia hidup sehingga terbentuklah kepribadiannya.Dalam proses sosialisasi terjadi paling tidak tiga proses, yaitu: (1). Belajar nilai dan norma(sosialisasi). (2). Menjadikan nilai dan norma yang dipelajari tersebut sebagai milik diri (internalisasi). (3). Membiasakan tindakan dan perilaku sesuai dengan nilai dan normayang telah menjadimiliknya (enkulturasi).

C. Fungsi Sosialisasi
1. Bagi individu: agar dapat hidup secara wajar dalam kelompo/masyarakatnya, sehinggatidak aneh dan diterima oleh warga masyarakat lain serta dapat berpartisipasi aktif sebagai anggota masyarakat2. Bagi masyarakat: menciptakan keteraturan sosial melalui pemungsian sosialisasi sebagaisarana pewarisan nilai dan norma serta pengendalian sosial.
D. Jenis Sosialisasi
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga)dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luasdalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.

Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam  masyarakat .Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberisuatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami'pencabutan' identitas diri yang lama.
 
E. Tipe Sosialisasi
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Disekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak  pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada.Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer .
Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan,seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada didalam masyarakat.

F. Tahap-tahap Sosialisasi
Menurut George Herbert Mead George Herbert Mead menjelaskan bahwa diri manusia berkembang secara bertahapmelalui interaksinya dengan anggota masyarfakat yang lain, mulai dari play stage, gamestage, dan generalized other.
Tahap 1: Preparatory
• Dalam tahap ini individu meniru perilaku orang-orang yang ada di sekitarnya, tetapi belum mampu memberi makna apapun pada tindakan yang ditiru.• Merupakan peniruan murni.
Tahap 2: Play StagePlay Stage, atau tahap permainan, anak mulai memberi makna terhadap perilaku yang ditiru.Mulai mengenal bahasa. Mulai mendefinisikan siapa dirinya (identifikasi diri) sebagaimanadefinisi yang diberikan oleh
 significant other. Significant other 
merupakan orang yang secara nyata penting bagi seseorang dalam prosessosialisasi. Bagi anak-anak dalam tahap
 play stage
, orangtua merupakan
 significant other 
.Bahkan, anak-anak tidak dapat memilih siapa
 significant other 
-nya!Ketika ada yang menyapa: “Hi, Agus”, maka anak mengerti: “Oh – aku Agus”. “Hi, Pintar”.“Oh, aku pintar”.“Bodoh banget kamu”.“Oh, aku bodoh banget”, dan setertusnya. Definisidiri pada tahap ini sebagaimana yang diberikan oleh
 significant other 

Kamis, 28 Juni 2012

permasalahan dalam keluarga


KURANGNYA KOMUNIKASI ANTARA SUAMI DAN ISTRI YANG MENYEBABKAN KETIDAKHARMONISAN DALAM KELUARGA

Erni adalah seorang ibu rumah tangga, dia berumur 25 tahun, Erni menikah dengan suaminya pada tanggal 20 Januari 2008, suaminya bernama Sutanto, suami erni bekerja di jakarta sebagai pegawai swasta. Genap satu tahun setelah menikah mereka kemudian dikaruniai seorang anak perempuan pada tanggal 25 Januari 2009 yang di beri nama Eka wulandari, usia perkawinan mereka sekarang 4 tahun dan anak mereka sudah berumur 3 tahun. Suami erni setiap tiga bulan sekali pulang kekampung untuk menengok istri dan anaknnya, dan setiap bulan memberikan uang kepada istrinya melalui transfer bank. Untuk berkomunikasi dengan suaminya Erni menggunakan Handphone milik tetangganya. Erni sendiri tidak memiliki handphone untuk berkomunikasi, sebenarnya erni sudah mau dibelikan handphone oleh suaminya akan tetapi erni tidak mau dengan alasan jika dia mempunyai handphone pasti akan mengeluarkan uang banyak hanya untuk mengisi pulsa, Sedangkan gaji tanto sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya hanya pas-pasan.
Pada mulanya hubungan mereka normal-normal saja sampai usia perkawinan mereka satu tahun dan dikaruniai seorang anak, erni merasa suaminya kurang memperhatikannya, yang tadinya sering menghubungi dia walaupun melalui handphone tetangganya sekarang jadi jarang menghubunginya, dan yang tadinya suami memberikan uang setiap bulan sekarang jadi dua bulan sekali sekalian tanto pulang kekampung, Erni merasa uang yang diberikan suaminya itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. dan setiap pulang kampungpun di rumah hanya sebentar paling sekitar tiga hari dia barada dikampung setelah itu berangkat lagi ke jakarta. Erni pun merasa kalau suaminya itu mempunyai cewek idaman lain di jakarta, Ernipun akhirnya penasaran dan mencari tahu tentang suaminya pada teman-teman satu kerjanya akan tetapi teman-teman suaminya itu tidak mau mencampuri urusan keluarga mereka.
Pada suatu saat Tanto pulang kekampung, dan ernipun menyelidiki kecurigaannya kepada tanto, dengan jalan memeriksa handphone suaminya dan pada waktu itu secara kebetulan tanto meletakkan handphonenya diatas tempat tidur dan ditinggal pergi olehnya,dan ketika erni membuka handphone suaminya ternyata memang benar banyak sms yang membuktikan bahwa suaminya itu berselingkuh. Dan setelah melihat bukti-bukti tersebut erni pun sangat marah kepada suaminya sehingga terjadilah pertengkaran. Akan tetapi tanto dalam hal ini tidak mau disalahkan karena dia tidak mau mengakui kalau dia berselingkuh, tanto menyatakan bahwa sms di handphonenya itu hanya sekedar iseng untuk hiburan saja bukan perselingkuhan. Erni sendiri merasa bahwa tanto benar-benar selingkuh dengan ciri-ciri tanto tidak lagi sering menghubunginya pada waktu di jakarta dan dia juga tidak memberikan uang setiap bulan seperti biasanya.
Ernipun semakin marah dan minta cerai kepada suaminya, akan tetapi tanto tidak mau menceraikan istrinya karena dia masih merasa sayang kepada istri dan anaknya. Tanto ingin membuktikan kepada istrinya bahwa dia tidak berselingkuh dengan cara membawa istrinya ke jakarta, akan tetapi erni tidak mau jika dia di ajak tinggal di jakarta. Pertengakaran tersebut berjalan selama berbulan-bulan sehingga tantopun merasa jenuh dituduh terus menerus oleh sang istri.
Pada akhirnya tanto memutuskan untuk tidak lagi bekerja di jakarta dan memilih tinggal dirumah dan mencari pekerjaan di rumah, akan tetapi selama satu bulan tanto belum juga mendapat pekerjaan, dan tanto pun memutuskan untuk pergi ke jakarta lagi walaupun tanpa seijin istrinya.




·           FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERMASALAHAN
Faktor-faktor penyebab permasalahan tersebut antara lain :
-          Kurangnya komunikasi antara suami dan istri sehingga terjadi kesalahpahaman diantara keduanya.
-          Tidak adanya sarana komunikasi.
-          Kurangnya rasa kepercayaan pada diri erni terhadap tanto dan merasa bahwa tanto telah membohonginya.
-          Keterbatasan ekonomi yang mungkin mengakibatkan tanto memilih tinggal di jakarta.


Ø  SOLUSI PERMASALAHAN

Untuk kasus tersebut menurut saya seharusnya erni mau menerima jika tanto ingin memberikan handphone, karena dengan adanya handphone dapat memperlancar komunikasi antara erni dan tanto, selain itu juga erni harus mempercayai suaminya karena dengan adanya rasa saling percaya maka rumah tangga akan selalu harmonis serta erni juga harus mengerti keadaan  keungan suaminya dan harus dapat mempergunakan dengan sebaik-baiknya.
Selain itu juga dapat menggunakan jasa konselor yakni dengan cara mencari tahu keinginan tanto seperti apa dan keinginan erni seperti apa, setelah itu dilakukan mediasi antara keduanya dengan perantara seorang konselor yakni menggunakan konseling keluarga, memberitahukan kepada pasangantersebut tentang tugas-tugas, hak dan kewajiban suami dan istri, agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan.

Senin, 25 Juni 2012

CAREER MOVES

JATUH CINTA DENGAN PEKERJAANMU
(Dikutip dari Majalah Spice! Edisi juli 2008)

      Coba tanyakan alasan mengapa seseorang bekerja. Karena suka pekerjaannya kah? Atau ngeri dengan status pengangguran? Umumnya, orang bekerja dengan alasan nomor kedua. Dengan fakta seperti ini, tidak mengherankan kalau banyak orang yang tidak mencintai pekerjaannya bahakan membencinya. Itu juga yang menjadi sebab utama kinerja kerja menjadi payah. Perusahaan pun jadi kedodoran. Hmmm. . .tergoda jabatan dan gaji tinggi?? Mulailah belajar mencintai pekerjaanmu dari sekarang.           
SYUKUR..SYUKUR..
       Bersyukurlah memiliki pekerjaan di jaman sekarang. Pikirkan mereka yang tidak seberuntung kamu. Jumlahnya pun fantastis, bukan?? Angka pengangguran tinggi, kompetisi kerja ketat dan kebutuhan yang secara berkala dipastikan naik, bisa menjadi faktor-faktor yang menenangkan kalau kamu memiliki pekerjaan. Selain itu, lingkup sosial pekerjaan menjadi faktor penting lain yang patut kamu syukuri. Teman-teman sekerja yang menyenangkan (bikin semangat!) dan jaringan yang kamu dapatkan tidak hanya akan mengasah keterampilan dan menambah wawasanmu dalam bekerja, tapi pastinya menjadi orang yang lebih baik. Nah, mengapa harus menjadi pengangguran kalau bisa bekerja?         
TANTANG DIRI
       Tanyakan ini pada dirimu. Seberapa berani kamu mengambil resiko demi pekerjaanmu?? Nah, kalau kenekatanmu bisa membuat orang lain berdecak kagum, itu artinya kamu cukup mencintai apa yang kamu lakukan. Terus, bagaimana membuat dirimu tertantang?? Mengenal potensi diri adalah tahap paling awal untuk mengenalinya buat saja daftar keunggulannmu, tapi jangan lupa untuk membuat juga daftar kekurangannmu sehingga kamu bisa mencari jalan keluarnya.
     Kalau kamu ragu bisa mengerjakan tugas 2 hari selesai dalam satu hari, kenapa tidak dicoba saja? Atau, buat yang sering datang terlambat (malas bangun pagi, sih..), tantang dirimu untuk bangun tepat saat alarm berbunyi (jangan dimatikan dan pergi tidur lagi). Cari tantanganmu dan kalau sudah kamu taklukan, naikkan resikonya. Benar, deh semakin tinggi risiko yang kamu tanggung, semakin baik kualitas pekerjaanmu. Semakin mahal pula hargamu.
TAMBAH LAGI
      Kalau masalah yang paling dasar sudah beres, sekarang giliran menambah kualitas. Modalnya memang lebih mudah dibaca daripada dilakukan, miliki etos kerja yang baik dan buat komitmen untuk melaksanakannya. Hilangkan kebiasaan serba menunda. Karena didalam bekerja, sikap ini justru yang paling merusak daripada terlambat. Okelah, kamu masih bisa menempuh semua resiko kalau kamu merasa pekerjaan itu sebenarnya oke, hanya saja sudah kurang ‘getar-getarnya. Lalu, bagaimana dengan pekerjaan yang kurang kamu sukai? Ini kan, sama saja dengan belajar mencintai orang yang malas kita nikahi. Psikolog Kasandra Putranto punya jawaban yang menarik. “awali bekerja dengan niat yang kuat dan memahami segala konsekuensi yang ada. Konon katanya, cinta memang muncul begitu saja, tetapi prinsip tak kenal tapi tak sayang mungkin bisa dijadikan pegangan. Kenalilah pekerjaanmu, carilah segala detail yang mungkin bisa dijadikan alasan untuk mencintainya. Mungkin dari sudut lokasi, rekan kerja, prestige, aktivitas, sampai soal kompensasi. Jangan lupa latih diri kamu untuk mengabaikan hal-hal yang bersifat negatif atau yang membuatmu menjadi berkurang cintanya pada pekerjaan ini. Mimpi tidak selamanya harus menjadi kenyataan, bukan?” betul banget. Usaha kamulah yang akan menentukan hasilnya.